Tuesday, September 15, 2009

Kue Populer - Kroket Isi Daging

Hampir semua orang pernah makan kroket. Lembutnya kentang terasa pas dengan lezatnya tumisan daging sapi sebagai bahan isi. Aroma wangi pala dan bawang membuat makanan kecil ini semakin menggugah selera. Selamat Mencoba. Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo.

Bahan:
400 g kentang, goreng, haluskan
40 g tepung terigu
100 ml susu tawar cair
1 sdm irisan daun bawang
¼ sdt lada halus
¼ sdt pala halus
3 siung bawang putih, haluskan
½ sdt garam halus
1 sdm margarin
Minyak untuk menggoreng
Isi:
250 g daging sapi cincang
2 sdm margarin
1 batang daun bawang, iris halus
4 siung bawang putih, haluskan
50 g bawang bombay, cincang
1 sdt gula pasir
½ sdt lada halus
½ sdt garam halus
Lapisan:
2 butir telur, kocok lepas
50 g tepung terigu
100 g tepung panir

Cara Membuat:
1. Isi: Panaskan margarin, tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan daging cincang, masak hingga daging berubah warna. Masukkan daun bawang, lada, garam dan gula pasir, masak hingga matang. Angkat.
2. Kulit: Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Tambahkan susu tawar cair, masak hingga tekstur mengental. Tambahkan kentang, irisan daun bawang, lada, pala dan garam. Masak hingga kalis. Angkat.
3. Ambil satu sendok makan adonan kentang, bentuk bulat pipih. Beri setengah sendok makan bahan isi pada bagian tengah. Bentuk menjadi bulat panjang. Lakukan hingga adonan habis.
4. Gulingkan adonan yang telah dibentuk ke atas tepung terigu, celupkan ke kocokan telur dan terakhir, gulingkan ke atas tepung panir.
5. Panaskan minyak, goreng hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, atur di atas piring saji, hidangkan hangat.
Untuk 20 Potong

Tip: Agar kroket tidak pecah sebaiknya kentang digoreng bukan dikukus sebelum dihaluskan. Isi bisa diganti dengan daging ayam atau udang. Jangan menggoreng kroket dengan api terlalu besar karena bagian dalam akan mentah namun luarnya sudah gosong.

Kuliner Istimewa untuk Lebaran dari Tabloid C&R

Edisi khusus lebaran tabloid C&R akan terbit tanggal 16 September 2009. Selain berita selebriti terkini sebagai laporan utama, Rubrik Etalase Kuliner C&R juga tampil beda dari biasanya. Kreasi kue kering eklusif dari Budi Sutomo turut menyemarakkan halaman kuliner tabloid C&R. Bagi Anda yang ingin menyajikan suguhan kue kering di hari lebaran nanti, Tabloid C&R menyajikan pilihan resep beserta tip anti gagal membuat kue kering.

Thursday, September 10, 2009

Kecewa dengan Tempe Carrefour

Bagi orang Jawa seperti saya, tidak ketemu tempe dalam satu satu hari rasanya ada yang kurang dalam menu hidangan. Karena selain rasanya yang memang sudah cocok dengan lidah, tempe juga banyak mengandung protein nabati serta bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh seperti mencegah diare (manfaat tempe bisa dilihat di sini). Maka seperti biasa pada saat belanja harian di Supermarket Carrefour Jalan MT Haryono – Jakarta ( Tanggal 9 September 2009), tempe adalah salah satu daftar belanjaan yang masuk dalam keranjang belanja.

Namun ternyata napsu makan tempe harus tertunda, karena setibanya di rumah ternyata tempe berbau dan berasa asam, agak berlendir, butiran kedelai terlihat jelas dan tampa jamur seperti tempe yang dijual pada umumnya. Sepertinya supermarket ini kurang tepat di dalam memperlakukan tempe selama masa pajang di supermarket. Tempe segi tiga berbungkus daun yang saya beli ini disimpan(disply) dalam lemari berpendingin. Padahal tempe adalah bahan pangan hasil olah kedelai yang di fermentasi oleh jamur (cendawan jenis Rhizopus sp). Jamur tempe ini tidak akan berkembang dengan baik atau bahkan bisa mati ketika suhu terlalu dingin. Akibatnya tempe yang mungkin dari distributornya masih mentah akan gagal fermentasinya. Akibatnya tempe tidak ditumbuhi jamur putih, tetapi malah menjadi busuk.

Dalam proses pembuatan tempe, kedelai matang yang telah dicampur dengan bibit jamur kemudian diperam (difermentasikan) dalam wadah bersuhu hangat selama sehari semalam. Selama proses fermentasi ini, jamur akan berkembang sehingga menjadikan kedelai ditumbuhi jamur berwarna putih yang mengikat butiran kedelai menjadi masa yang kompak dan menyatu. Fermentesai juga merubah tekstur tempe menjadi lebih empuk dan lezat. Namun akibatnya akan lain jika tempe disimpan dalam suhu dingin. Fermentasi akan terhenti bahkan gagal dan tempe menjadi busuk seperti tempe yang saya beli ini.

Saran buat Carrefour, sebaiknya tempe dijual dalam tempat terbuka di dalam suhu ruang saja, jangan disimpan dalam lemari pendingin. Mungkin maksud dan tujuan supermarket ini baik, agar tempe bisa bertahan lama. Namun penyimpanan di dalam lemari pendingin pada produk tempe dan produk fermentasi lainnya seperti oncom tidak tepat karena justru akan menyebabkan kebusukkan. Jika tempe diletakan di dalam suhu ruang, tempe akan terus berfermentasi sehingga jamur akan semakin banyak dan tempe semakin lezat. Beri saja tanggal kedaluarsa di dalam kemasan tempe, rentang waktunya sekitar dua hari setelah tempe masuk dari distributor. Karena setelah dua hari, tempe biasanya akan menurun kualitasnya, warna menjadi kehitaman, tekstur lembek, berlendir, berbau tengik atau asam. Katakan saja kepada pemasok tempe, bahwa produk tempe hanya akan dipasarkan di Carrefour selama dua hari. Setelah tenggang waktu itu, tempe harus dikembalikan ke distributor jika tidak habis. Dengan begini, Carrefour menjaga kualitas produk yang dipasarkan tetap baik dan menghindari kekecewaan konsumen fanatik tempe seperti saya.
Tips Membeli Tempe:
1. Cium baunya, tempe segar berbau khas tempe. Tidak tengik atau asam.
2. Tempe segar jamurnya berwarna putih bersih dan merata, tidak berlendir dan strukturnya kompak.
3. Butiran kedelai terlihat utuh namun lunak serta tidak ada campuran bahan lain, seperti kulit kedelai maupun butiran jagung.
4. Jika tempe dikemas dalam daun buka sebagian daun untuk melihat apakah tempe sudah berjamur atau masih berupa butiran kedelai. Urungkan membeli jika tempe masih berupa butiran kedelai karena ini salah satu tanda jika fermentasi tempe tidak berhasil/rusak.
5. Sebagian tempe dikemas dalam selongsong plastik berwarna putih (biasanya produk tempe yang dikemas dalam plastik bulat). Kemasan plastik berwarna putih (tidak bening) terkadang mengelabui pembeli karena sepintas terlihat seperti jamur tempe yang merata, padahal isinya terkadang masih berupa tempe butiran yang belum berjamur. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Wednesday, September 09, 2009

Acar Kuning


Banyak jenis acar, seperti acar kuning, acar mentah, acar cabe, acar sayuran maupun acar bawang putih. Kehadiran acar di dalam waktu makan memberi kesan yang berbeda. Sensasi asam segar rasanya membuat acara makan semakin istimewa. Berikut resep acar kuning yang bisa anda coba di rumah. Selamat mempraktekkan. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo


Bahan:

200 g timun, potong balok panjang

200 g wortel, potong balok panjang

200 g nanas mengkal, potong balok panjang

4 buah cabe merah keriting, haluskan

400 ml air

3 sdm air jeruk nipis

2 sdt cuka

1 cm kunyit, bakar, haluskan

3 siung bawang merah, haluskan

3 siung bawang putih, haluskan

2 sdm gula pasir

1 sdt garam halus

Cara Membuat:

1. Didihkan air, masukkan cabe merah, gula pasir, garam, kunyit, bawang merah, dan bawang putih, aduk rata. Masak hingga mendidih.

2. Masukkan wortel, timun dan nanas, aduk rata. Tambahkan cuka dan air jeruk nipis. Masak hingga semua bahan matang. Angkat. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan.

Untuk 5 Porsi


Tip: Ganti air dengan santan atau susu tawar cair untuk acar kuning dengan rasa lebih gurih.

Thursday, September 03, 2009

Chef Welly Forum - Tempat Berbagi Rahasia Seputar Dapur


Anda mempunyai masalah seputar dapur? Atau ingin berbagi rahasia resep andalan? saatnya berbagi dan belajar bersama di Forum Chef Welly.

Ayo bergabung dengan Forum Chef Welly. Di sini Anda bisa berbagi resep masakan, menceritakan tip sukses membuat kue, makanan serta minuman. Anda juga bisa berbagi rahasia resep andalan, saling bertukar informasi seputar dapur serta menanyakan kesulitan seputar resep dan tip masakan langsung ke Chef Welly.
Yuk daftar dan join di sini: Chef Welly Forum