Sabtu, Mei 07, 2022

KEMBANG SUNGSANG, TANAMAN HIAS BERACUN MEMATIKAN NAMUN CANTIK DAN UNIK

KEMBANG SUNGSANG SI CANTIK YANG BERACUN

Nama Populer: Flame lily
Nama Latin: Gloriosa superba
Asal: Afrika
Famili: Colchicaceae
Perbanyakan: Biji, pemisahan anakan

Kembang sungsang memang unik. Tanaman ordo Liliaceae ini jika mekar kelopak bunganya akan melengkung kebawah seolah-olah terbalik. Cocok sebagai tanaman yang dirambatkan ke pagar atau di beri para-para karena sifat pertumbuhannya yang memanjat. Teks/foto: Budi Sutomo.
Menurut literatur, kembang sungsang berasal dari daerah tropis Afrika. Tanaman ini termasuk herba memanjat yang mempunyai akar rimpang horizontal yang besar. Tinggi tanaman bisa mencapai 1-2 meter. Daunnya berbentuk lanset dengan ujung runcing. Bunganya biasanya muncul di sela-sela daun, warnanya perpaduan antara merah, kuning dan kehijauan. Bunga ini akan menghasilkan biji yang bisa digunakan untuk perbanyakan secara generatif.

Perbanyakan & Perawatan
Selain dengan biji, bunga cantik yang sering dijuluki climbing lily ini bisa dikembang biakan dengan pemisahan anakan. Pada musim kemarau bunga ini biasanya akan beristirahat dan tidak menampakan pertumbuhan, ketika musim hijan tiba. Tunas-tunas akan bermunculan, tunas/anakan ini bisa digunakan sebagai bibit tanaman baru.
Gunakan media tanah kebun, campur dengan pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Tanam pada lahan yang terkena sinar matahari penuh dan siram secara teratur. Setelah 4 bulan biasanya tanaman sudah menghasilkan bunga. Bunga ini bisa tumbuh, baik di dataran tinggi maupun rendah, kisaran ketinggian idealnya adalah 1-800 m di atas permukaan laut. Agar tanaman tumbuh subur, beri pupuk dengan unsur nitrogen tinggi di masa pertumbuhan dan pupuk NPK pada saat tanaman mulai berbunga.

Tidak banyak hama yang menyerang kembang sungsang. Gangguan hanya seputar busuk akar jika tanaman di tanam pada media yang terlalu banyak mengandung air dan bercak daun akibat serangan karat daun akibat jamur Puccinia kuehnii. Pencegahanya bisa dilakukan menanam pada media yang drainasenya baik dan melakukan penyemprotan anti jamur, seperti Antracol 70 WP secara berkala.
Mengandung Racun Mematikan
Kembang sungsang ini sangat beracun, hampir seluruh bagian tanaman mengandung racun, seperti pada batang, daun, bunga, akar, dan bijinya. Racun yang terkandung adalah Alkoloids ( Colchicine ) dan Resins. Zat ini jika termakan akan menyebabkan bibir, lidah, dan tenggorokan mati rasa. Gejalanya adalah muntah, kejang, sulit bernafas, pinsan hingga menyebabkan kematian jika termakan dalam jumlah banyak. 

Namun bagi pecinta tanaman hias, kembang sungsang yang beracun justru semakin menarik untuk ditanam, karena keindahanya, oksigen yang diberikan buat kesehatan, serta mungkin khasiat obat dibalik kandungan racunya yang belum diteliti. Selamat Berkebun. Teks/foto: Budi Sutomo.