Selasa, April 19, 2022

MENGENAL ANEKA METODE PEMBUATAN CAKE - SUHU PEMANGGANGAN CAKE YANG TEPAT - BAGAIMANA MENGUJI KEMATANGAN CAKE - TIP ANTI GAGAL MEMBUAT CAKE

PRINSIP DASAR MEMBUAT CAKE

Metode pembuatan cake ada beragam cara, pilih metode yang benar dan sesuai dengan jenis cake yang akan dibuat. Berikut penulis paparkan metode pembuatan sponge cake, butter cake, dan chiffon cake.

Tutorial memasak dari budiboga bisa di tonton di channel youtube BUDIBOGA OFFICIAL yuk subcribe! 

Sponge Cake (bolu)

Metode pembuatan sponge cake adalah membuat cake dengan cara mengocok telur, gula, dan garam halus hingga mengembang kaku. Mengembang kaku adalah jika adonan diambil dengan sendok dan sendok dibalik adonan tidak jatuh, berarti adonan sudah mengembang kaku. Kocokan telur yang pas untuk sponge cake ditandai dengan garis yang tegas ketika adonan diaduk dan meninggalkan bekas yang tidak kembali ke posisi semula. Sebagai pedoman, untuk mengocok 6 butir telur, diperlukan waktu pengocokan menggunakan mixer selama 20 menit agar diperoleh tekstur kocokan telur yang mengembang kaku.

Setelah kocokan telur dan gula mengembang kaku, masukkan tepung terigu. Jangan mencampur tepung terigu dengan mixer. Cukup menggunakan spatula atau sendok kayu, tujuannya agar udara yang sudah terperangkap di dalam adonan tidak keluar dan menyebabkan adonan turun. Aduk secara melipat menggunakan spatula. Akan lebih baik lagi jika tepung terigu dimasukkan sambil diayak. Setelah tepung terigu masuk, tahap selanjutnya adalah memasukkan margarin yang telah dilelehkan dan cairan (susu tawar cair atau santan). Masukkan margarin cair dan cairan sedikit demi sedikit dari sisi mangkuk, dan aduk perlahan hingga tercampur rata. Setelah adonan tercampur dengan baik. Segera tuang ke dalam loyang dan panggang di dalam oven. Jangan diamkan adonan terlalu lama, karena akan menyebabkan adonan turun dan hasil cake menjadi kurang bagus.

Butter Cake

Pembuatan butter cake adalah membuat cake dengan cara mengocok margarin/mentega dengan kuning telur dan garam hingga mengembang dan lembut. Di tempat terpisah kocok putih telur dan gula halus hingga mengembang kaku. Campur tepung terigu ke dalam kocokan margarin dan kuning telur. Proses selanjutnya adalah memasukkan kocokan putih telur sedikit demi sedikit ke dalam campuran kocokan margarin dan tepung terigu. Aduk rata dan tuang ke dalam loyang. Lalu panggang di dalam oven. Butter cake akan memiliki tekstur cake yang lebih padat namun lembut dan harum. Metode adonan butter cake juga sering disebut dengan pound cake.

Chiffon Cake

Chiffon cake adalah jenis cake dengan metode pembuatan yang dipisahkan antara pengocokan putih telur dan kuning telur. Pisahkan telur dengan hati-hati, serta pastikan tidak ada kuning telur yang tercampur di dalam putih telur. Alat pengocok dan mangkuk adonan juga harus benar-benar kering. Tercampurnya kuning telur di dalam putih telur, dan adanya air di alat pengocokan akan menyebabkan kocokan adonan cake tidak akan mengembang dengan baik .

Proses pembuatannya yaitu campur kuning telur, gula pasir, minyak goreng, garam, bahan pengembang, serta bahan cairan lain jika ada. Aduk rata. Di tempat terpisah, kocok putih telur dengan krim tartar hingga mengembang kaku. Tuang kocokan putih telur ke dalam campuran tepung, aduk perlahan menggunakan spatula hingga tercampur rata. Lalu tuang ke dalam loyang chiffon cake, dan panggang di dalam oven hingga matang.

PERLU DIINGAT!

· Sebelum mengocok adonan, pastikan mixer dan kom adonan dalam keadaan kering tanpa air yang menempel. Adanya air akan menyebabkan kocokan telur tidak mengembang.

· Jika Anda menggunakan metode kocokan telur yang dikocok dengan margarin/mentega, lakukan penambahan telur satu persatu. Menambah telur sekaligus dalam jumlah banyak akan menyebabkan kocokan telur tidak mengembang.

· Gunakan gula kastor atau gula halus agar gula mudah larut dan tercampur dengan baik.

· Sebaiknya semua bahan kering seperti tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk, cokelat bubuk dan baking powder diayak dan dicampur menjadi satu sebelum dimasukkan ke dalam adonan.

· Masukkan margarin/mentega cair untuk cake pada tahap akhir.  Sifat lemak yang berat akan membuatnya mengendap jika dicampur dari awal sehingga lemak tidak tercampur dengan baik, dan membuat adonan turun dan cake tidak akan mengembang dengan sempurna saat dipanggang. Mencampur margarin dilakukan mengunakan spatula bukan mixer, karena mengaduk dengan mixer setelah margarin masuk bisa menyebabkan adonan cake turun.

· Jangan memanaskan margarin untuk cake terlalu lama, cukup lelehkan hingga tekstur margarin mencair. Memanaskan margarin terlalu lama akan menyebabkan kandungan air di dalam lemak menguap dan menjadikan cake tidak lembap atau kering teksturnya.

· Jika Anda menggunakan pengembang bubuk seperti baking powder, aduk dan ayak bubuk baking powder dengan tepung terigu. Jika menggunakan cake emulsifier seperti ovalet, masukan bahan ini setelah kocokan telur dan gula mengembang sempurna.

· Setelah tepung terigu dimasukkan ke dalam adonan, sebaiknya pengadukan dilakukan menggunakan spatula bukan mixer. Mengaduk dengan mixer setelah tepung masuk bisa menyebabkan adonan turun dan cake menjadi bantat.

· Untuk cake yang menggunakan bahan isi seperti potongan buah-buahan kering, taburi terlebih dahulu potongan buah-buahan dengan tepung terigu dan masukkan pada tahap terakhir. Dengan cara ini, potongan buah-buahan tidak akan mengendap.

PEMANGGANGAN DAN MENGUJI KEMATANGAN CAKE

Suhu pemanggangan yang tepat untuk cake adalah dalam kisaran 170 sampai180 derajat celsius selama kurang lebih 30 menit, tergantung tinggi dan rendahnya adonan. Pastikan selalu memanaskan terlebih dahulu oven sebelum digunakan untuk memanggang cake hingga sampai pada titik suhu yang diinginkan. Jangan pernah memasukkan cake sebelum oven dipanaskan terlebih dahulu, akibatnya cake akan keras dan berkerak tebal, serta remah cake menjadi kasar.

Jangan membuka oven 15 menit pertama atau hingga cake kokoh. Membuka oven akan menurunkan temperatur di dalam oven secara mendadak, akibatnya cake akan turun. Untuk mengetahui cake sudah matang atau belum ditandai dengan aroma cake yang harum, warna cake kuning kecokelatan dan terlihat kering permukaannya. Untuk memastikan cake sudah matang atau belum, uji dengan cara menusuk cake dengan tusukan sate atau tusuk gigi. Jika tusuk sate licin berarti cake sudah matang, sebaliknya jika tusuk sate basah dan terlihat ada adonan yang menempel berarti cake masih mentah pada bagian dalam.

MENYIMPAN CAKE MATANG

Setelah cake matang, sebaiknya cake didinginkan di atas rak kawat agar uap airnya menguap dengan sempurna. Setelah dingin, baru masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat. Di dalam suhu ruang, cake akan bertahan selama 3 hari. Jika cake disimpan di dalam kulkas, dapat bertahan 1 minggu. Cake akan bertahan hingga 2 bulan jika disimpan di dalam freezer. Teks/foto: Budi Sutomo.