Kamis, Maret 03, 2022

TERAPI HERBAL PENYAKIT HIPERTENSI / OBAT ALAMI UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI / TUMPAS HIPERTENSI DARI BAHAN-BAHAN ALAMI / OBAT HERBAL PENYAKIT HIPERTENSI

 

Terapi Herbal untuk Penderita Hipertensi

Untuk mengendalikan tekanan darah, penderita hipertensi umumnya diharuskan minum obat setiap hari. Tetapi, rutinitas ini sering tidak disukai penderita. Tak hanya membuat bosan dan harganya relatif mahal, konsumsi obat dalam jangka panjang membuat penderita takut akan efek sampingnya.

Pengobatan alternatif menjadi pilihan beberapa orang untuk mengatasi hipertensi. Salah satunya melakukan terapi herbal yang telah diakui beberapa kalangan medis untuk mengobati gangguan hipertensi. Terapi ini menggunakan tanaman yang telah dibuktikan melalui penelitian medis memiliki kandungan obat herbal sebagai obat anti hipertensi.



Dengan pemakaian yang tepat dan benar, kandungan obat herbal dalam tanaman bisa membantu proses pengendalian tekanan darah. Ada beberapa pihak yang masih meragukan kemampuan obat herbal. Paling tidak, kandungan lain dalam obat herbal menjadi faktor sinergis yang bekerja seimbang dan selaras dengan obat kimia. Tetapi para ahli naturopati memiliki keyakinan, manfaat obat herbal tidak kalah dengan obat-obat kimia. Bahkan ada keuntungannya, karena terapi herbal tidak memiliki efek samping.

Karena masih ada kemungkinan adanya ketidakselarasan antara obat herbal dan obat kimia, konsumsi obat herbal sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter. Tanaman yang bisa digunakan sebagai penurun tekanan darah misalnya brokoli , wortel dan saffron. Beberapa bumbu dapur juga memiliki  manfaat serupa, contohnya fennel, oregano, lada hitam, dan basil. Berikut tanaman jenis lainnya:

  • Mengkudu (Morinda citrifolia)

Kandungan scopoletin dalam buah buruk rupa ini mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Uji preklinisnya dilakukan oleh Departemen Farmasi Universitas Indonesia terhadap mengkudu bentuk pil. Konsumsi mengkudu biasanya dalam bentuk jus, tetapi sekarang sudah tersedia dalam bentuk pil.

  • Bawang putih/garlic (Allium sativum)

Tanaman ini dikenal bermanfaat mengatasi seluruh sistem kardivaskuler termasuk tekanan darah. Tekanan darah (angka diastolik) menurun secara berarti hanya dengan mengonsumsi 3 siung bawang putih setiap hari selama tiga bulan. Di dalam bawang putih juga mengandung senyawa adenosin yang dapat melenturkan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih lancar.

  • Seledri/celery (Apium graveolens)

Tanaman ini mengandung senyawa aktif apigenin. Senyawa ini berfungsi sebagai calcium antagonist dan manitol yang identik dengan diuretik. Selain dalam bentuk suplemen, seledri enak dikonsumsi dalam bentuk jus.

  • Kumis kucing (Orthosipihon stamuneus benth)

Kandungan zat yang bersifat diuretik dalam kumis kucing mampu mengendalikan tekanan darah. DR. Dr. Siti Fadillah Supari, SpJP telah melakukan studi mengenai kombinasi kumis kucing dan seledri sebagai obat anti hipertensi.

  • Bawang merah/onion (Allium cepa)

Minyak esensial bawang merah dianggap paling efektif untuk menurunkan tekanan darah.

  • Tomat (Lycopersicon lycopersicum)

Kandungan asam amino Gamma-amino butyric (GABA) bermanfaat menurunkan tekanan darah.

  • Kucai (Allium schoenoprasum)

Manfaat kucai sebagai obat anti hipertensi pada manusia masih perlu diuji lebih lanjut. Tetapi dari uji klinis terhadap binatang, kucai memiliki khasiat dan efektifitas untuk menurunkan tekanan darah.

  • Belimbing (Averrhoa carambola Linn)

Buah belimbing kaya akan serat yang akan mengikat lemak dan berdampak pada tidak bertambahnya berat badan, penyebab hipertensi. Belimbing juga kaya akan air dan mengandung kalium yang bersifat diuretik, sehingga kelebihan garam dapat dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

  • Mentimun (Cucumis sativus Linn)

Universitas Airlangga melakukan penelitian terhadap mentimun, terbukti timun dapat menurunkan tekanan darah. Kandungan air yang mencapai 90% di dalam timun, serta kalium yang tinggi akan mengeluarkan garam dari tubuh.

  • Anggur (Vitis vinifera)

Sebaiknya jika anda memakan anggur dimakan dengan bijinya. Mengingat di dalam biji anggur terdapat senyawa polifenol yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah membaik. Anggur juga mengandung vitamin E, flavonoid, asam linoleat dan prosianidin yang diduga dapat membantu menyeimbangkan tekanan darah. Teks / foto: Budi Sutomo