Minggu, Februari 20, 2022

MENCERMATI HIDANGAN LEBARAN - LAUK BERSANTAN TAK SELAMANYA BURUK - LAUK BERSANTAN LEZAT DAN SEHAT - MENCERMATI HIDANGAN BERSANTAN DITILIK DARI SISI NUTRISI

 Mencermati Hidangan Lebaran

Lauk Besantan Tak Selamanya Buruk


Lebaran identik dengan hidangan bersantan. Seperti opor ayam, gulai, kari, kalio, atau ketupat sayur.  Santan memang kaya lemak yang dapat memicu naiknya kolesterold alam darah. Namun santan ternyata lebih ramah dibandingkan minyak, mentega, dan margarin yang mengandung koletserol dan lemak  trans.

Banyak orang yang mengeluh sakit atau bertambah berat badan ketika habis merayakan lebaran. Bisa jadi karena pola makan yang terlalu banyak lemak selama ramadan dan lebaran. Aneka kue tinggi lemak, camilan gorengan, serta lauk bersantan memang perlu diwaspadai, mengingat jumlah lemak dalam makanan ini sangat tinggi dan dapat memicu beragam penyakit.

Santan Lebih Sehat

Kitab Suci  AL-Qur’an mengajarkan untuk tidak makan secara berlebihan, dan berhenti makan sebelum merasa kenyang. Ini adalah ajaran yang benar, karena segala jenis makanan jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan ganguan penyakit, seperti obesitas, meningkatnya kolesterol darah, hipertensi, hingga hipervitaminosis.  Karenanya, makan dengan pola menu seimbang dengan porsi secukupnya sesuai kebutuhan tubuh.

Sama halnya dengan santan, santan identik dengan bahan makanan buruk karena kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi. Faktanya, santan memang tingi lemak, namun tidak mengandung kolesterol. Santan juga tidak mengandung lemak trans yang berbahaya untuk kesehatan. Kelebihan santan justru mengandng nutrisi lain selain lemak, yaitu mengandung protein, zat besi, kaldium, vitamin C,dan serat. Kandungan gizi ini tidak terkandung di dalam minyak murni.

Jika dikonsumsi dengan wajar, santan justru menyehatkan. Di dalam santan juga mengandung asam laurat yang dikenal sebagai zat anti bakteri, anti jamur, dan anti virus sehinga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Santan juga kaya vitamin E yang bermanfaat untuk kesehatan kulit dan rambut. Kandungan vitamin C di dalam santan juga cukup tinggi, vitamin ini terbukti ampuh sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan tubuh.

Jangan Dimasak Berulang-Ulang

Menurut ahli gizi dr. Luciana Margaretha SpGK. Banyak makanan lezat tercipta dengan memasukan unsur santan. Cita rasa gurih dan lezat akan muncul dengan adannya santan sehingga dapat meningkatkan napsu makan. Tekstur yang creamy juga menggugah selera. Santan akan menjadi kurang baik jika dimasak berulang-ulang. Santan yang dimasak berulang-ulang akan menimbulkan lapisan lemak. Lapisan lemak inilah yang akan memicu kadar kolesterol dalam tubuh.

 

Luciana juga memaparkan jika santan kelapa sebetulnya mengandung asam lemak dan trigliserid yang mudah dibakar tubuh. Santan menjadi buruk jika salah di dalam mengolahnya. Seperti memasak santan dengan bahan pangan lain yang tinggi kolesterol, seperti jerohan atau daging yang berlemak. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan, serta memasak dengan bahan pangan yang sehat, santan termasuk bahan pangan yang cukup baik untuk kesehatn tubuh. Karena lemak merupakan nutrisi esensial yang dapat mensuplai energi bagi tubuh. Lemak juga menjadi pelumas bagi organ tubuh serta membantu tubuh menyerap nutrisi seperti vitamin A, D, E, dan K lebih optimal. Intinya jangan berlebihan dalam mengonsumsi santan.

 

Memasak Menggunakan Santan

Sifat santan akan menjadi lemak jika dipanaskan terus menerus atau dimasak berulang-ulang. Kondisi ini yang akan menyebabkan santan menjadi makanan yang tinggi lemak dan kolesterol. Santan sebaiknya dipanaskan seperlunya, jangan sampai timbul lapisan lemak. Memasak menggunakan santan juga tidak perlu ditambah lagi dengan minyak karena santan sudah cukup banyak mengandung lemak.

 

Memilih bahan pangan juga harus cermat jika mengolah bahan makanan dengan santan. Jika Anda akan mengolah santan dengan daging, pilih bagian daging yang sedikit mengandung lemak. Tempe, tahu, sayuran, dan ikan adalah bahan pangan yang sehat jika dimasak bersama santan. Hidangan yang mengandung santan juga biasanya mudah cepat rusak jika didiamkan terlalu lama. Karenanya, olah masakan bersantan secukupnya, dan sebaiknya segera dimakan dan habis dalam sekali sajian. Menghangatkan makanan bersantan juga tidak disarankan karena dapat memicu tingginya kandungan lemak dan merubah lemak santan menjadi kolesterol yang jahat bagi kesehatan tubuh.

Mengonsumsi santan mentah yang diproses dengan air matang, seperti untuk campuran es atau minuman lebih sehat dibandingkan mengonsumsi santan yang telah dimasak dalam waktu lama. Menggunakan santan juga sebaiknya pilih jenis santan encer bukan santan kental. Santan encer mengandung lemak yang lebih rendah. Jika mengunakan santan kemasan, encerkan terlebih dahulu dengan air. Jangan membiasakan menggunakan santan kemasan langsung dengan masakan tanpa diencerkan terlebih dahulu karena santan kemasan sangat kental dan pekat. Teks/foto: Budi Sutomo.

 

Kandungan Gizi Santan

Zat Gizi

Jumlah

Kalori

553 kkal

Lemak

57 g

Trans fat

0

Kolesterol

0

Karbohidrat

13 g

Serat

5 g

Gula

5 g

Protein

5 g

Vitamin C

11 % (% dailly value)

Kalsium

4 % (% dailly value)

Zat Besi

22 % (% dailly value)