Wednesday, May 10, 2006

MEMBUAT NATA DE COCO DAN MENGOLAH SAYURAN OKRA



KONSULTASI KULINER
Note: Tulisan ini pernah dipublikasikan di majalah wanita SARTIKA
Penulis: Budi Sutomo

BINGUNG MENGOLAH OKRA
Saya seorang ibu rumah tangga yang gemar mencoba aneka sayuran, termasuk sayuran pendatang baru. Pernah suatu hari, saya berbelanja di supermarket dan melihat okra. Karena tertarik bentuknya yang bagus, saya membelinya. Sesampainya di rumah, bingung mau diolah apa. Yang ingin saya tanyakan, okra bisa diolah menjadi masakan apa saja? Termiakasih atas bantuannya.
Endang Werdiyanti-Tegal

Ibu Endang, okra (Hibiscus esculentus) merupakan sayuran sejenis oyong atau gambas. Citarasnya pun mirip, hanya okra berlendir dan agak liat sehingga memerlukan waktu memasak sedikit lebih lama. Ibu bisa mengolahnya menjadi isi sup bening, ditumis dengan daging atau seafood. Jika ibu suka sayuran berkuah santan, okra bisa dibuat sayur bobor atau dimasak seperti kari. Sebelum diolah, potong-potong dan cuci okra dengan air garam, dengan cara ini okra semakin kesat dan lendirnya berkurang. Selamat Memasak!

INGIN MEMBUAT NATA DE COCO
Pak Budi Yth,
Saya mempunyai banyak waktu luang dan ingin berwiraswasta dengan usaha nata de coco dari air kelapa. Mengingat daerah saya banyak sekali limbah air kelapa yang terbuang percuma. Bahan apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara mebuatnya? Terimakasih atas bantuanya.
Bejo Santoso-Semarang

Jawab:
Saudara Bejo, nata de coco merupakan makanan hasil fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylium. Bakteri inilah yang merubah air kelapa menjadi serat selulosa. Berikut resep dan cara membuatnya:
Bahan yang diperlukan:
Air kelapa 2 ½ liter
Gula pasir 200 gr
Pupuk ZA (urea) ½ sendok makan
Asam cuka glacial (CH3COOH ) ½ sendok makan
Bibit/starter bakteri Acetobacter xylium 200 ml (Bisa diperoleh di laboratorium pertanian)
Cara Membuat:
Rebus semua bahan kecuali bibit bakteri dan asam. Saring dan dinginkan dalam suhu 25-30oC. Tambahkan bakteri Acetobacter xylium dan asam cuka, aduk rata. Tuang campuran ini dalam baskom atau loyang pelastik hinga ketinggian air 2 cm. Tutup atasnya dengan kain kasa atau kertas. Inkubasikan/fermentasikan selama kurang lebih 1 minggu dalam suhu ruang dan di tempat yang gelap. Setelah terbentuk lapisan nata, angkat lapisan yang menyerupai agar-agar ini. Potong-potong dan rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar lebih tahan lama, rebus nata selama 5-10 menit. Rendam dalam larutan sirup gula atau sirup buah aneka rasa. Kemas sesuai selera.
Perhatikan kebersihan alat dan tempat yang digunakan karena sangat mempengaruhi keberhasilan nata de coco. Selama berwiraswasta, semoga berhasil.

23 Comments:

At 11:30 PM, Anonymous vie said...

langsung tanya aja ya! itu buat nata de coco pake pupuk ZA, yg biasa dipake tuk tanaman ya! apa tdk berbahaya?!

 
At 4:32 AM, Blogger Budi Sutomo, S.Pd said...

kalau za dikonsumsi dalam jumlah besar tentu berbahaya. tapi dalam pembuatan nata de coco, penggunaanya sangat sedikit dan hasil akhir nata de coco melalui proses pencucian berulang-ulang sehingga za sudah larut dalam air. jadi "kayanya" tidak berbahaya.

 
At 1:28 AM, Anonymous bejo santoso said...

itu yg nanya bener2 bejo santoso?

 
At 12:37 AM, Anonymous Anonymous said...

Where did you find it? Interesting read Cranberry golf Amazon girl toy How long does fioricet stay in your system Cholesterol drug lowering non statin business schools Isuzu tf pickup 4 sport steering wheel cover Fibromyalgia 2b aloe vera supplements outdoor bars furniture cum face Paris hilton ist keine schlampe Transcription+headphones surveillance

 
At 6:35 AM, Anonymous wica said...

Maaf apa nata de coco ya pake pupuk ZA itu dah dicoba ke manusia, apa bener aman sih ? Coba uji klinis deh ? yg bener aja makanan pake pupuk, wah bisa di investigasi tuh ?

 
At 6:35 AM, Anonymous wica said...

Maaf apa nata de coco ya pake pupuk ZA itu dah dicoba ke manusia, apa bener aman sih ? Coba uji klinis deh ? yg bener aja makanan pake pupuk, wah bisa di investigasi tuh ?

 
At 2:22 AM, Blogger dewangga said...

secara hukum tidak apa-apa. tapi secara kesehatan tidak baik. ini kata kaka ipar saya, doesen IPB. maaf, saya lupa alternatif penggantinya urea dalam pembuatan nata de coco.

 
At 7:26 PM, Anonymous Anonymous said...

pembuatan nata de coco merupakan suatu proses ferementasi senyawa organik complek menjadi senyawa organik yang lebih sederhana.
ketika fermentasi Acetobacter akan mengkosumsi Nitrogen dari pupuk ZA.
bakteri tersebut bekerja untuk menghasilkan serat-serat. sehingga setelah 1 minggu air kelapa menjadi keras.
penggunaan ZA pada nata decoco tidak apa-apa.
krebna setelah jadi nata de coco tidak ada lagi pupuk ZA karena bacterinya sudah makan unsur nitrogennya.

 
At 11:31 PM, Blogger fatur said...

kata guruku sich pembuatan nata de coco tidak harus menggunakan pupuk ko,pupuk itu cuma buat pemercepat pembentukan natanya ajah...jadi klo ga di kasih juga gapapa..hanya saja waktu pemeraman yang biasanya 7 hari menjadi 21 hari...getooouuu,,makasih..

 
At 11:44 PM, Anonymous Anonymous said...

Kalo di pakistan okra itu di masaknya di tumis mas.Setelah okra dicuci airnya ditiriskan.Terus iris bawang bombay(di sini adanya bombay merah),tomat,cabe rawit atau cabe hijau.Panaskan minyak,goreng okra sebentar dalam minyak panas,sisihkan.Tumis bawang,sampai 1/2 layu,masukkan tomat,aduk rata.Beri garam,cabe bubuk,kunyit bubuk,potongan cabe dan aduk lagi. Terus masukkan okra.Setelah diaduk rata beri sedikit air.Tutup wajan,kecilkan apinya.Masak sampai empuk.
Di sini mereka ngolah okranya cuma seperti gitu aja mas,gak pernah dikasih campuran apa2.Padahal kalo dikasih cacahan udang atau ayam kayaknya uenak tenan..

 
At 12:59 AM, Blogger hardsider said...

setau saya ZA itu mengandung Sulfur. Acetobacter memang mengkonsumsi Nitrogen, tapi emangnya dijamin ga bakalan ada senyawa residu sama sekali. trus Sulfurnya kemana??

reply to: hardsider51831234@gmail.com

 
At 10:17 PM, Anonymous Anonymous said...

ikut nimbung ZA memang mengandung nitrogen dan sulfur. kalo pertanyaannya sulfur kemana. pada proses pemanasan sulfur ikutan nguap dan terangkat bareng kotoran yang memang harus disaring. krena kalo setau saya kalo ZAnya kebanyakan juga natanya ngga bakalan jadi.

 
At 6:08 PM, Anonymous Anonymous said...

Haduh. Gapapa pke urea ato za. Buktinya sampe skrg saya msh hidup sehat wal afiat. Kata dosen saya g bahaya. Aman! Yg penting g mlebihi dosis d resep.

 
At 8:47 PM, Anonymous Anonymous said...

cari bibit/starternya selain d lab pertanian, dimana lagi?

 
At 3:51 AM, Anonymous Anonymous said...

Saya jg membaca artikel lain yang memuat cara membuat nata de coco.... yang pasti tidak memakai Pupuk Urea... N berhasil tuh...
Serem mendengarnya ...jadi takut kalo di pasaran, nata de coco yang dijual memakai urea...

 
At 7:49 AM, Blogger dony said...

berapa konsentrasi pupuk za yang diperlukan..
trus berapa pupuk za yang diperlukan

 
At 6:56 PM, Blogger KREASI ANAK BIOLOGI said...

Kandungan ZA/urea dalam nata:

Saudaraku beberapa bulan ini ramai dibicarakan mengenai keamanan dan kesehatan nata de coco. pembicaraan tersebut tidak terlepas dari pada penggunaan pupuk dalam pembuatan nata tersebut.

Pupuk yang kita ketahui merupakan sarana pertumbuhan dan perkembangan tanaman tentunya menimbulkan berbagai pertanyaan dalam benak kita tentang keamanannya, mengapa digunakan pupuk tersebut, dan apa bahan yang terkandung dalam pupuk tersebut?

Pupuk merupakan media pertumbuhan dan perkembangan, pupuk urea dan ZA merupakan contoh dari media tersebut. Dalam pupuk tersebut terkandung berbagai unsur hara seprti nitrat pada urea dan amonium pada ZA. kedua zat tersebut merupakan sumber NITROGEN bagi organisme.

Lalu apa kaitanya dengan proses pembuatan nata de coco.

Telah kita ketahui bersama bahwa nata de coco merupakan salah satu produk bioteknologi modern. tentunya dalam pembuatannya memerlukan bantuan mikroorganisme, dalam hal ini adalah bakteri aerob yaitu Acetobacter xylinum. Esensinya nata yang selama ini kita konsumsi merupakan produk dari bakteri tersebut, karena bakteri tersebut dapat mengubah glokusa (karbohidrat sederhana) menjadi selullosa (karbohidrat kompleks. dan bakteri tersebut mempunyai berbagai kriteria kehidupan seperti kadar keasaman (pH) 3-4 dan ketersediaan hitrogen yang cukup. Urea/ZA yang ada merupakan sumber nitogen bagi kelangsungan proses metabolisme yang terjadi dan nitrogen tersebut akan di cerna/terdegradasi oleh bakteri dan TIDAK terkandung dalam nata karena habis di konsumsi bakteri dengan catatan kadarnya sesuai.

Semoga bermanfaat.

Sularto A
anakbio@yahoo.com
www.kreasianakbiologi.blogspot.com

 
At 2:34 PM, Blogger roseida said...

dibeli air kelapa utk pembuatan nata de coco.

hub :
sroseida20@gmail.com

 
At 9:44 AM, Blogger adi_yustianto said...

Malem Pak Budi Sutomo,S.Pd
Salam kenal nich....
Saya juga Alumni UNNES FE '04
Saya mau tanya pak :
1) Nata de Coco da kualitasnya gak Pak?Maksudnya Kelas 1 dan Kelas 2
Klo Kelas 1 pakenya air santan campur air kelapa pa betul itu Pak?
2) Caranya mengembang biakan Starter/Bibit Bakteri itu gmn?
Terimakasih atas jwbannya

 
At 3:01 AM, Blogger Infobisnisanda said...

Kalau pakai urea apa nggak berbahaya pak? Jika nata de coco nya nggak pakai urea bisa kunjungi http://belajar-berwiraswasta.blogspot.com

 
At 1:03 AM, Blogger SUARA MENCO said...

belinya azetobacter dimana?

kci tau dun!!!

 
At 10:20 PM, Anonymous alamat perusahaan jual bibit nata de coco said...

selamat siang, maaf kalau saya boleh nimbrung, saya jual starternya nata de coco (Acetobacter xylinum). Bagi yang berminat dapat mengunjungi situs ini http://cv-bioagrikulturindo-makmur.blogspot.com
harga dan pilihan pemesanan ada disitus ini semua. terima kasih. selamat berwirausaha. (Ridzky Mahasiswa Biologi Unair)

 
At 10:22 PM, Blogger CV Bio Agrikulturindo Makmur said...

Selamat siang kalau boleh nimbrung, saya jual starter nata de coco Acetobacter xylinum, harganya cukup terjangkau. dapat dilihat di http://cv-bioagrikulturindo-makmur.blogspot.com

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home