Menyusui
Bagi para ibu muda yang baru pertama melahirkan, seringkali menyusui masih menjadi hal yang membingungkan. Seperti bagaimana cara menyusui, waktu pemberian, maupun produksi ASI yang lancar. Padahal sebenarnya, menyusui adalah proses yang sangat menyenangkan. Saat menyusui, ibu melakukan kontak kepada bayi, seperti berbicara, mendekap atau mengelus bayi. Dari sisi kesehatan ibu, menyusui juga terbukti dapat mencegah timbulnya kanker payudara dan terapi diet alami untuk mengembalikan berat badan kembali normal setelah kenaikan berat badan selama hamil.
Posisi menyusui
Kita sering melihat para ibu menyusui dengan berbagai posisi, ada yang duduk, bersandar atau tiduran. Sebenarnya apapun posisi ibu saat menyusui tidak begitu penting, asal ibu dalam kondisi nyaman saat menyusui. Hal yang penting adalah posisi bayi saat disusui, karena sama seperti orang dewasa saat makan, bila posisi kita saat makan tidak nyaman, makan akan membuat proses makan terganggu, begitu juga dengan bayi.
Bila ibu menyusui dalam posisi duduk, maka posisi bayi yang benar saat menyusui adalah meletakkan kepala bayi dibawah lengan ibu, lengan tangan ibu yang lain menopang bagian badan bawah bayi. Posisikan bayi dengan letak kepala lebih tinggi daripada dada bayi. Condongkan sedikit badan ibu ke bayi. Begitu juga bila ibu memilih menyusui dengan cara tiduran, maka ibu yang harus memiringkan posisi badan, jangan posisi badan bayi yang dimiringkan. Baik dalam keadaan posisi duduk atau tiduran, yang terpenting, ibu harus ingat untuk menghadapkan bayi ke payudara ibu, namun jangan memiringkan kepala bayi karena posisi ini akan menyulitkan bayi menelan ASI. Selanjutkan, arahkan payudara ke arah mulut bayi, nanti secara alami bayi akan mencari dan menghisap puting. Saat bayi menghisap payudara, pastikan aerola atau lingkaran gelap di sekitar puting terhisap oleh bayi, jadi tidak hanya puting susu ibu saja, karena bila bayi hanya menghisap puting susu saja, maka bayi juga akan menghisap udara dari luar sehingga bayi cepat merasa kenyang dan kembung.
Ketika menyusui, pastikan kedua payudara tersusui oleh bayi. Dengan menyusui kedua payudara, maka payudara akan merangsang untuk tetap memprodu susu. Bila ibu hanya sering menyusui satu payudara saja, maka payudara yang sering tidak disusui lama-kelamaan produksi ASI semakin berkurang. Berikan secara bergantian agar produksi ASI terjaga dan menghindari ibu dari pembengkakan payudara akibat menumpuknya ASI.
Untuk memudahkan pemberian ASI terutama saat bepergian, ibu dapat mengenakan payudara khusus menyusui. ASI dapat diberikan kepada bayi kapanpun dia mau. Biasanya bayi menyusui setiap 3-4 jam sekali. Tanda-tanda bayi yang sudah kenyang adalah bayi akan melepas puting susu, dan tetap menolak bila disodorkan.
Sendawa
Setelah bayi kenyang, gendong bayi dengan cara menegakkan badan bayi. Sandarkan
kepala bayi ke bahu, dekap bayi kemudian tepuk atau gosok secara pelan punggung
bayi, sampai bayi bersendawa. Sendawa dilakukan untuk mengeluarkan udara yang ikut masuk saat bayi menyusui. Setelah
itu, tidurkan bayi. Bayi yang telah kenyang biasanya akan tertidur pulas.