Selasa, April 19, 2022

MENGENAL PERBEDAAN KARAKTERISTIK ANEKA JENIS TEPUNG BAHAN KUE - PERBEDAAN FUNGSI JENIS TEPUNG TERIGU PROTEIN TINGGI PROTEIN RENDAH DAN PROTEIN SEDANG

MENGENAL ANEKA JENIS TEPUNG BAHAN KUE

Di pasaran beredar beberapa jenis tepung terigu yang masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi berlainan, yuk simak perbedaanya:

Tutorial memasak dari budiboga bisa di tonton di channel youtube BUDIBOGA OFFICIAL yuk subcribe! 

1. Hard Wheat (Terigu Protein Tinggi)

Tepung ini diperoleh dari gandum keras (hard wheat). Kandungan protein glutennya minimal 13 persen. Tingginya protein terkandung menjadikan sifatnya mudah dicampur, difermentasikan, daya serap airnya tinggi, elastis, dan mudah digiling. Karakteristik ini menjadikan tepung terigu hard wheat sangat cocok untuk bahan baku roti, donat, serta mie dan pasta karena sifatnya elastis, mampu menahan gas. dan mudah difermentasikan. Di pasaran dijual dengan merek dagang Cakra Kembar.

2. Medium Wheat (Terigu Protein Sedang)

Kandungan protein gluten di dalam terigu medium wheat mengandung 11-12,5 persen. Sebagian orang mengenalnya dengan sebutan all-purpose flour atau tepung serba guna, dan di pasaran lebih dikenal dengan sebutan tepung Segitiga Biru. Jenis tepung ini dibuat dari campuran tepung terigu hard wheat dan soft wheat sehingga karakteristiknya ada di antara kedua jenis tepung tersebut. Tepung ini cocok untuk membuat adonan fermentasi dengan tingkat pengembangan sedang, seperti bakpau, bapel, panada, atau aneka cake, bolu, brownies, martabak manis, bolu kukus, dan muffin.

3. Soft Wheat (Terigu Protein Rendah)

Jenis terigu soft wheat dijaul dengan merek dagang Cap Kunci Biru.Dibuat dari gandum lunak dengan kandungan protein gluten 9-11 persen. Sifatnya memiliki daya serap air yang rendah sehingga akan menghasilkan adonan yang sukar diuleni, tidak elastis, lengket dan daya pengembangannya rendah. Cocok untuk membuat kue kering, biskuit, pastel, sponge cake, chiffon cake, dan kue-kue yang tidak memerlukan proses fermentasi.

Selain itu, terdapat juga jenis tepung terigu yang kandungan proteinnya sangat rendah, yaitu sekitar 9,5 persen. Tepung terigu ini dikenal dengan merek dagang Lencana Merah. Tepung terigu jenis ini cocok sebagai bahan adonan gorengan, rempeyek, keripik, dan jajanan pasar. Tepung terigu ini akan menghasilkan hasil gorengan yang renyah dan kering.

4. Self Raising Flour

Self Raising Flour adalah jenis tepung terigu yang sudah ditambahkan bahan pengembang dan garam. Penambahan ini menjadikan sifat tepung lebih stabil dan tidak perlu menambahkan pengembang lagi ke dalam adonan. Jika sukar didapat, tepung ini bisa diganti dengan mencampur satu sendok teh baking powder ke dalam satu kilogram tepung terigu. Self raising flour sangat cocok untuk membuat cake, muffin, bapel, pancake, dan kue kering.

5. Enriched Flour

Tepung jenis ini adalah tepung terigu yang sudah ditambahkan beragam vitamin atau mineral dengan tujuan memperbaiki nilai gizi terkandung. Biasanya harganya relatif lebih mahal. Cocok untuk kue kering dan bolu.

6. Whole Meal Flour

Tepung ini biasanya dibuat dari biji gandum utuh termasuk dedak dan lembaganya sehingga warna tepung lebih gelap atau berwarna krem. Jenis terigu whole meal sangat cocok untuk makanan kesehatan dan menu diet karena kandungan serat (fiber) dan proteinnya sangat tinggi. Tek/foto: Budi Sutomo.