Tahu, Sumber Kalsium Murah Setara Susu
Tahu adalah bahan pangan hasil olahan kedelai yang murah dan mudah didapat. Selain kaya protein nabati, tahu juga kaya akan mineral kalsium, bahkan setara dengan kaldungan kalsium di dalam susu sapi segar. Selain lezat diolah menajdi beragam masakan. Tahu juga mudah dicerna sehingga cocok dikonsumsi balita hingga lansia.
Bagi Anda yang sedang
menjalani diet hipertensi, tahu tawar juga disarankan sebagai salah satu bahan
pangan yang baik. Tahu tawar memberi asupan protein dan lemak yang diperlukan
bagi penderita hipertensi tanpa takut tekanan darah meningkat karena tahu tawar
diolah tidak menggunakan garam. Indeks Glikemik tahu juga rendah, cocok dikonsumsi oleh
penderita diabetes yang memerlukan bahan pangan berkalori namun tidak
meningkatkan gula darah secara cepat. Kelebihan lain dari tahu adalah kandungan
lemak dan kabohidrat tahu yang rendah. Cocok sebagai bahan menu makanan diet
rendah kalori, seperti pada penderita obesitas.
Kaya
Kalsium
Selain protein, lemak
dan vitamin. Tahu memiliki kandungan mineral esensial yang cukup komplit,
seperti kalsium, fosfor dan zat besi.
Setiap 100 g tahu mengandung sekitar 223 mg kalsium sedangkan susu sapi
segar hanya mengandung 149 mg. Di dalam
tubuh, mineral kalsium memiliki beragam manfaat. Prof. Dr. Ir Made Astawan
menjelaskan, menuturkan jika manfaat kasium sangat vital, seperti mencegah
pengeroposan tulang dan membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Mineral kalsium
juga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker, mencegah osteoporosis serta
berperan dalam regulasi hormon dan aktivasi enzim.
Lemak di dalam tahu
juga tidak bisa diabaikan, lemak tahu adalah lemak nabati yang non kolesterol
sehingga sehat dan aman dikonsumsi. Setiap 100 g yahu mengandung lemak sekitar
4.7 g. Lemak bermanfaat untuk memberi energi bagi tubuh, membantu pencernaan
vitamin A, D, E, dan K serta menjaga elastisitas kulit dan otot.
Meskipun bukan sumber
utama energi, kandungan energi di dalam tahu juga lumayan tinggi. Setiap 100 g
tahu mengandung 80 kkal energi. Energi ini dimanfaatkan tubuh untuk
beraktifitas dan memberikan energi untuk metabolisme basal.
Menurut Prof. Faisal,
umumnya bahan pangan hewani mengandung protein lebih tinggi dibandingkan
protein nabati seperti tahu. Namun harga yang mahal menjadikan masyarakat tidak
dapat mengonsumsi lauk-pauk hewani setiap hari. Oleh sebab itu, bahan pangan
berbahan kedelai seperti tahu yang kaya protein bisa menjadi alternatif lauk harian
masyarakat. Protein nabati dalam tahu bermanfaat untuk membangun sel tubuh
serta mengganti sel-sel yang rusak.
Mudah
Diolah dan Lezat
Kepopuleran tahu telah
menjadi makanan rakyat yang tidak pernah ketinggalan dalam menu sehari-hari.
Beragam makanan mulai dari makanan kecil, sup, lauk hingga hidangan penutup
banyak menggunakan tahu sebagai bahan utamanya. Cita rasa tahu netral dan mudah
diolah dengan campuran bahan apa saja. Dalam perkembangannya, kini tahu
memiliki beragam jenis, mulai dari tahu pong, tahu sutera, tahu kuning, tahu
sumedang hingga tahu putih seperti yang biasa kita jumpai sehari-hari. Kemajuan
dunia kuliner juga mengangkat citra tahu menjadi makanan yang bercita rasa
tinggi. Kini tahu tidak hanya diolah menjadi pepes tahu, tahu isi atau bacem
tahu namun berkembang menjadi burger tahu, steak tahu bahkan puding tahu.
Mengolah tahu sangat
mudah, namun sebelum diolah harus memperhatikan kualitas tahu. Tahu yang baik
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Tahu yang berkualitas baik beraroma khas
kedelai, tidak berbau asam menyengat atau tengik.
2.
Tekstur
tahu yang baik adalah padat namun tidak kenyal dan tidak rapuh saat
dipegang. Tahu yang kenyal biasanya
mengandung pengawet seperti formalin.
3.
Jika dipegang, tahun tidak berlendir dan
berwarna putih susu.
4.
Pilih tahu yang berwarna putih, tahu
dengan warna kuning biasanya menggunakan pewarna untuk menarik pembeli. Cium
aroma tahu berwarna, jika tercium aroma kunyit dan tidak menimbulkan bercak di
tangan berarti tahu menggunakan pewarna alami dari kunyit.
5.
Simpan tahu di dalam kulkas atau di
dalam air matang dengan seidkit garam
agar tahu lebih tahan lama.
6.
Segera olah tahu, karena semakin cepat
diolah, maka kualitas tahu semakin baik. Teks/Foto: Budi Sutomo.
Kandungan
Gizi Tahu
Energi 80 g, protein 10,9 g, lemak 4,7 g, karbohidrat 0,8 g, kalsium 223 g, fosfor 183 mg, besi 3,4 mg
Sumber: Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2009