Wednesday, January 19, 2011

MAJALAH KULINOLOGI INDONESIA dan FOODREVIEW INDONSIA - Referensi Teknologi Pangan & Kuliner

Bagi para pelaku industri jasa boga, baik industri pangan, restoran, chef, praktisi kuliner dan semua orang yang tertarik dengan perkembangan industri pangan dan kuliner. Ke dua majalah ini layak menjadi bahan bacaan yang berkualitas dan terpercaya.

Majalah terbit bulanan setebal 68 halaman. Isinya sangat beragam dan berganti tema setiap edisi. Mulai mengangkat teknologi industri pangan terkini, mengenal bahan pangan lebih dalam dari sisi nutrisi serta kegunaannya, serta ulasan bisnis. Semua diulas tuntas dengan gaya tulisan ilmiah populer yang enak dibaca.
Industri jasa boga memang tidak ada matinya, bagi Anda pelaku bisnis kuliner, chef, siswa perhotelan, pariwisata, dan siapa saja yang tertarik tentang seluk beluk dunia makanan. Majalah ini layak dimiliki. Isinya beragam, mulai dari resep makanan, info resto, trend kuliner, mengenal bahan pangan lebih dekat, hingga teknik mengolah bahan pangan menjadi hidangan yang lezat. Tampilan majalah bulanan ini sangat menarik, handy dan full colour.

Tuesday, January 18, 2011

Lauk Lezat Berbahan Ikan


Ikan adalah lauk yang sehat, karena kaya akan protein, mineral, vitamin dan mudah dicerna karena tekstur dagingnya lunak. Ikan juga mudah diolah menjadi beragam hidangan. Jika Anda bosan menyantap ikan kembung yang hanya digoreng, cobalah resep Balado Ikan Kembung. Saya percaya, lauk ini akan menjadi menu Favorit keluarga Anda. Selamat mencoba. Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo.

Balado Ikan Kembung

Bahan:
500 g ikan kembung
Minyak untuk menggoreng
Bumbu:
15 buah cabe merah, tumbuk kasar
8 buah cabe rawit, haluskan
12 buah bawang merah, haluskan
1 sdt gula pasir
2 batang serai, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun jeruk
2 sdm air asam jawa/air jeruk nipis
1 sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, goreng ikan kembung hingga kering matang dan kering, angkat. Sisihkan.
2. Panaskan satu sendok sayur minyak goreng, tumis bawang merah dan cabe merah hingga harum. Masukkan serai, daun jeruk, dan lengkuas, aduk rata.
3. Tambahkan ikan kembung yang telah digoreng, air asam atau air jeruk nipis, gula pasir dan garam. Masak sambil diaduk-aduk hingga semua bahan matang dan bumbu meresap. Angkat.
4. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan.
Untuk 6 Porsi

Tip: Ikan kembung bisa diganti dengan jenis ikan lain sesuai selera.

Friday, January 14, 2011

Budi Sutomo - Food Stylist

Membuat foto masakan menjadi lebih “bernyawa” dan enak dilihat adalah pekerjaan seorang food stylist. Meskipun materinya sederhana, dengan penataan yang tepat, sentuhan garnis serta angle pengambilan foto yang pas membuat masakan lebih indah dipandang dan menggugah selera. Saya, mencoba mengeksplorasi Sala Lauak, sebuah masakan tradisional asal Padang. Masakan tradisional ini bentuknya hanya bulat dan agak “susah datur”. Setelah beberapa kali merubah tempat saji, dan ganti posisi, ahirnya foto ini yang paling layak saya pamerkan ke pengunjung blog budi boga. Foto/Dapur Uji/Resep/Food Stylist: Budi Sutomo.

Sala Lauak

Bahan:
400 g tepung beras
60 g rebon
500 ml air panas
Minyak untuk menggoreng
Bumbu:
4 siung butir bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
4 buah cabe merah keriting, haluskan
2 cm lengkuas, haluskan
2 cm kunyit, haluskan
1 lembar daun kunyit, iris halus
2 lembar daun jeruk, iris halus
1 sdt garam halus
Cara Membuat:
1. Panaskan wajan tanpa minyak, masukkan tepung beras dan semua bumbu-bumbu. Masak sambil diaduk-aduk hingga kering.
2. Tuang air sedikit demi sedikit, daun kunyit, daun jeruk, dan rebon ke dalam tepung. Masak sambil terus diaduk-aduk hingga terbentuk adonan yang dapat dipulung/dibentuk. Angkat, dinginkan.
3. Ambil satu sendok makan adonan, bentuk menjadi bulatan-bulatan. Lakukan hingga adonan habis.
4. Panaskan minyak banyak, goreng hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat. Atur di dalam piring saji. Hidangkan.
Untuk 20 Buah

Tip: Rebon bisa diganti dengan ebi kering yang disangrai dan ditumbuk kasar.
KARYA FOOD STYLIST BUDI BOGA, KLIK DI SINI

Buku Tentang Food Stylist:

Tuesday, January 04, 2011

Segarnya Olahan Buah Tropis

 

Diet makanan mentah atau raw food diet memberi manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Selain kaya vitamin, mineral dan serat, diet raw food juga menghindari tubuh dari  asupan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker.  Berikut resep raw food diet  dari olahan buah tropis yang bisa Anda coba di rumah. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Rujak Buah

Bahan:                  
60 g timun, potong-potong
100 g nanas, potong-potong
100 g bengkoang, potong-potong
100 g jambu air, potong-potong
Sambal Rujak:
10 buah cabe rawit
2  buah cabe merah keriting
3 sdm irisan gula merah
1 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam halus
Cara Membuat:
  1. Sambal Rujak: Haluskan cabe rawit, cabe merah keriting, gula merah, garam dan air jeruk nipis hingga lembut. Sisihkan,
  2. Penyajian: Siapkan piring saji, atur potongan buah di dalam piring.Siram dengan sambal rujak. Hidangkan.
Untuk 3 Porsi

Tip: Sajikan sambal rujak di tempat terpisah agar buah-buahan tidak berair. Buah bisa diganti sesuai selera.

Sunday, January 02, 2011

Bahan Makanan Tradisional Indonesia - Bunga Kecombrang

Mengulas keunikan bahan pangan Indonesa memang tidak ada habisnya. Salah satu jenis bunga yang sering dijadikan bahan masakan adalah bunga kecombrang/Nicolaia elatior (Phaeomeria speciosa) atau yang sering disebut dengan Torch Ginger. Aroma dan rasa yang khas dari bunga ini memberi sensasi petualangan rasa berbeda jika ditambahkan dalam masakan.

Di Indonesia, bunga kecombrang sering dimasak sebagai campuran pecal, diolah menjadi pecak combrang, campuran gado-gado, gulai, atau direbus sebagai lalapan.  Bagian yang dimakan adalah bagian bunga yang masih muda atau bagian tengahnya.Selain direbus, bunga ini juga seringkali dibakar dalam abu panas atau sekam bakar. 

Selain kuliner Indonesia, tanaman family Zingiberaceae ini juga banyak dipakai dalam kuliner Asia, seperti di Thailand, dikenal dengan sebutan Kaalaa, di Malaysia disebut Bunga Kantan. Sedangkan di Indonesia, bunga ini memiliki nama yang berbeda setiap daerahnya. Masyarakat Sunda mengenalnya sebagai bunga Honje, Sumatra Barat disebut Kincung, di Maluku dikenal dengan nama Petikala dan ii Gorontalo di sebut Antimengo. Teks & Foto: Budi Sutomo.