Thursday, December 30, 2010

Makanan Bayi Sehat Alami - Bubur Tempe Bayam

Setelah menginjak usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi terus meningkat. ASI sebagai makanan utama sudah tidak mencukupi lagi, diperlukan makanan pendamping ASI. Bubur Tempe Bayam bisa Anda jadikan salah satu variasi menu makanan bayi yang sehat dan alami. Menu ini cocok diberikan ke bayi usia di atas 10 Bulan. Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo.

Bahan:
2 sdm beras, cuci bersih
40 g tempe, potong dadu kecil
40 g bayam, iris halus
300 ml kaldu ayam atau atau air

Cara Membuat:
1. Rebus beras dengan kaldu atau air. Masak hingga mendidih.
2. Masukkan potongan tempe dan bayam. Masak hingga tekstur beras lembut dan semua bahan matang. Angkat.
3. Tuang bubur ke dalam tabung blender. Haluskan hingga lembut.
4. Masukkan bubur ke dalam mangkuk saji. Hidangkan.
Untuk 2 Porsi
 
Bayam (Amaranthus sp)
Gunakan bayam bagian pucuk yang tidak berserat kasar. Cuci bersih sebelum digunakan agar kotoran yang melekat dan telur cacing dapat terbuang. Bayam, terutama bayam merah, terkenal mengandung zat besi yang tinggi yang berkhasiat menambah darah. Selain itu, bayam juga mengandung vitamin A, B, C, dan K, kalium, serta fosfor. Di setiap 100 g bayam mengandung 45 kkal, protein 3.5 g, lemak 0.5 g, karbohidrat 6.5 g, kalsium 267 mg, fosfor 67 mg, besi 3.9 mg, retinol 1827 mcg, thiamine 0.08 mg, dan asam askorbat 60 mg.

Bumbu Masakan Indonesia - Asam Gelugur


Masakan tradisional Indonesia sangat kaya akan bumbu dan rempah. Seperti untuk memberi cita rasa asam segar, kita mengenal beragam bahan bumbu asam alami, seperti asam gelugur, asam sunti, asam kandis, asam jawa dan asam kranji. Selain menambah rasa, bumbu asam juga kaya akan vitamin C yang menyehatkan.
Salah satu asam yang cukup populer sebagai bumbu adalah asam gelugur  (Garcinia atroviridis Griffith et Anders.) Bumbu ini terbuat dari buah  dari keluarga buah Manggis namun sepintas buah segarnya mirip dengan  jeruk purut atau jeruk keprok dengan kulit bergelombang. Buah ini diiris tipis kemudian dijemur hingga kering. Asam gelugur banyak dipakai dalam masakan Sumatera. Bumbu ini memberikan rasa asam tanpa menjadi masakan keruh seperti jika kita menggunakan air asam jawa. Dijual dalam bentuk kering di swalayan terkemuka maupun pasar tradisional. Penggunaanya tinggal mengiris tipis asam gelugur dan ditambahkan 2-4 potong dalam masakan. Banyaknya sesuaikan dengan selera Anda. Semakin banyak asam gelugur ditambahkan maka cita rasa masakan semakin asam.

Selain di Indonesia, asam dari family tanaman Guttiferae ini juga banyak dipakai di negara Asia, seperti di  Thailand dikenal dengan nama Som Khaek dan di Malaysia di kenal dengan nama Asam Gelugor. Di Malaysia asam gelugur sering di tambahkan dalam hidangan fish curries atau kari ikan. Foto Budi Sutomo & Nlliew66.

Tabloid Nova & Minuman Sehat ala Budi Sutomo


Tabloid Berita Wanita NOVA edisi  1193/XXIII yang beredar 3-9 Januari 2011  hadir dengan beragam tema khusus yang menarik.  Selain berita selebriti terknini Giring Nidji serta Titi Sjuman, laporan aktual Ahir Perjalanan Timnas Garuda di ajang AFF 2010 hingga berita Teknologi Seluler paling anyar diulas dengan menarik.

Seperti biasa, halaman rubrik kuliner  Sedap  Sekejap Tabloid NOVA selalu mengikuti trend dan sesuai  tema. Setelah aneka hidangan perayaan Hari Natal dan Tahun Baru di beberapa edisi yang lalu, edisi ini NOVA menurunkan rubrik kuliner yang lezat dan sehat. Tentu sebagai pilihan agar pembaca sedikit mendetok  tubuhnya  setelah menyantap beragam hidangan penuh lemak dan kalori saat perayaan Jamuan Natal dan Tahun Baru. 

Turut berbangga hati karena di Nova No 1193, Saya diminta membagikan resep sehat. Temanya adalah Freshen Up Your Day!.  Berisikan lima jenis minuman hangat dan dingin yang dapat mendongkrak stamina dan mengembalikan kebugaran. Anda bisa mencoba Cokelat Kurma Milkshake, Pinky Smoothie, Romantic Juice, Wedang Jeruk Sari Ginseng dan Wedang Susu Jahe Madu.  Resep selengkapnya bisa Anda baca di  tabloid NOVA kesayangan Anda.

Thursday, December 23, 2010

Aneka Sate Populer Nusantara



Judul: Sate Populer & Lezat
Penulis: Budi Sutomo
Penerbit: Kriya Pustaka
Informasi & Pemesanan: 021 87744463/8729060

Sate merupakan salah satu masakan populer di Indonesia, baik sate tradisional maupun sate modifikasi hasil resapan dari resep manca negara. Kepopuleran sate sudah diakui dunia dan menjadi salah satu menu khas masakan Indonesia. Hampir di setiap tempat makan, baik restoran, maupun di pinggir jalan, banyak dijual sate dengan beragam bahan dan bumbu. Ini menunjukan bahwa sate banyak diminati masarakat. Cita rasa yang gurih dan lezat serta aoma bakar membuat sate disuka tua dan muda.

Sate nusantara dibuat dari beragam macam bahan dasar, umunya terbuat dari daging, baik dari daging sapi, kambing, ayam, ikan udang hingga cumi-cumi. Sate sebenarnya makanan yang simpel dengan bumbu sederhana. Hanya dengan bumbu lada, garam dan air jeruk nipis, sate sudah bisa dibuat dan menghasilkan rasa masakan yang lezat. Tentu sate tidak komplit jika tidak disajikan dengan saus atau sambal pelengkap. Biasanya berupa sambal kacang, sambal kecap maupun sambal cabe.

Ciri khas sate masih daerah sangat beragam, seperti sate dari daerah Padang umunya pedas dan bersaus santan, sedangkan sate dari Jawa Timur seringkali menambahkan bumbu kusus, seperti petis maupun terasi dalam saus pelengkapnya. Sedangkan sate dari daerah Jawa Tengah umumnya bercita rasa manis dan menggunakan kecap manis sebagai bumbu perendam sate. 
Menelusuri kekayaan kuliner nusantara memang tidak ada habisnya. Masing-masing daerah memiliki keunikan kuliner tersendiri, aneka sate nusantara adalah salah satunya. Berbekal buku ini, Anda akan memperkaya pengetahuan pusaka kuliner nusantara yang lezat dan menggugah selera. Pelajari resepnya, praktekan dan saya percaya, salah satu jenis sate nusantara pasti akan menjadi menu favorit keluarga Anda.

Isi Resep:
Sate Ampet, Sate Ayam ‘Senayan’, Sate Ayam Bumbu Rujak, Sate ayam Madura ‘Pak Kumis’, Sate Ayam Sambal Kemiri, Sate Bakso Bakar Sambal Kacang, Sate Banjar, Sate Bebek ‘Pak Encus’, Sate Bumbu Kelapa, Sate Bumbu Rempah, Sate Bumbu Sapit, Sate Bumbu Serapah, Sate Buntel, Sate Sambal Kemangi, Sate Dakem, Sate Gurih, Sate Hati Kambing ‘Tomang’, Sate Kambing ‘Batibul’, Sate Kambing Bumbu Petis, Sate Kambing Tegal, Sate Kerang, Sate Lilit Ikan, Sate Makassar, Sate Mamangut, Sate Manis, Sate Padang ‘Pak Syukur’, Sate Rempah Sari, Sate Tabulinas, Sate Udang Madura, Sate Usus.

Monday, December 20, 2010

Lauk Harian Praktis dan Lezat


Lauk bercita rasa pedas ini memang menggugah selera. Membuatnya mudah, bahan mudah didapat dan tahan lama. Sangat praktis, cocok sebagai lauk harian. keluarga Anda Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo. 

Balado Ikan Bilis

Bahan:
300 g ikan bilis kering
1 buah tomat, potong dadu kecil
Minyak goreng secukupnya
Bumbu:
15 buah cabe merah, timbuk kasar
5 buah cabe rawit, haluskan
12 buah bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
2 lembar daun jeruk
1 sdm air jeruk nipis
2 cm lengkuas
2 batang serai, memarkan
1 sdt gula pasir
1 sdt garam halus

Cara Membuat:
1. Panaskan minyak banyak, goreng ikan bilis hingga matang, kering dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan.
2. Panaskan 5 sendok makan minyak goreng, tumis semua bumbu-bumbu dan tomat hingga harum. Masukan ikan bilis goreng, air jeruk nipis, gula pasir dan garam. Masak hingga bumbu meresap. Angkat.
3. Tuang balado ke dalam pinggan saji. Hidangkan.

Untuk 6 Porsi

Tip: Ikan bilis bisa diganti dengan  udang, ikan badar, atau ikan teri jengki.

Sunday, December 19, 2010

Mengenal Bumbu Masakan Nusantara - Daun Ruku-Ruku


Bumbu daun yang banyak dijumpai di daerah Provinsi Sumatera ini memberikan aroma segar dan mengurangi rasa amis pada masakan ikan, daging atau ayam.

Tanaman Ruku-Ruku (Ocimum sanctum L.) termasuk tanaman perdu yang tumbuhnya sbisa mencapai 50 cm. Sepintas aroma dan bentuknya mirip daun kemangi dengan sensasi sedikit ada rasa pedas ketika dikunyah. Bentuk daunnya lebih kecil dari daun kemangi, ada yang berwarna hijau dan agak keunguan. Bumbu daun ini banyak dijumpai dalam masakan Padang, seperti pada hidangan gulai ikan maupun masakan berkuah santan lainnya.

Aroma segar yang ditimbulkan dari daun ruku-ruku dapat mengurangi aroma amis pada olahan ikan, udang, daging maupun ayam. Biasanya digunakan dalam bentuk segar, pilih daun mudanya, cuci bersih. Masukkan ke dalam masakan beberapa saat sebelum hidangan diangkat. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Saturday, December 18, 2010

Sambal Lezat Pelengkap Hidangan

Saat makan sepertinya tidak lengkap jika tanpa sambal sebagai hidangan pelengkap. Cita rasa pedas sambal membuat makanan lebih menggugah selera. Jika Anda pecinta sambal, berikut resep sambal teri medan yang bisa Anda coba di rumah. Aroma wangi tumisan teri medan terasa pas dengan pedasnya cabe rawit merah. Selamat Mencoba. Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo.

Sambal Teri Medan

Bahan:
100 g teri teri medan (teri nasi)
2 buah tomat, buang bijinya, potong dadu kecil
15 buah cabe merah keriting
12 buah cabe rawit merah
6 butir bawang merah
2 buah serai, ambil bagian putihnya, iris halus
2 sdm air jeruk nipis
3 lembar daun jeruk
1 sdt gula pasir
2 sdt garam halus
4 sdm minyak goreng
Cara Membuat:
    
1. Tumbuk atau ulek semua bahan sambal kecuali minyak dan teri medan hingga halus. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis teri medan hingga harum, masukkan bahan sambal yang telah dihaluskan, aduk rata.Masak sambal hingga matang. 
3. Sesaat sebelum diangkat, masukkan air jeruk nipis dan daun jeruk, aduk rata. Angkat. Tuang ke dalam mangkuk sambal, hidangkan sebagai penyerta makan.
Untuk 4 Porsi

Tip: Tambahkan 1 sendok teh terasi jika Anda menyukai sambal dengan aroma yang lebih harum.

Wednesday, December 08, 2010

Laporan Perjalanan Wisata Hong Kong di Majalah Dokter Kita - Surga Wisata Kuliner & Belanja

Kemilau Wisata
Hong Kong

Hong Kong Hong Kong adalah daerah administratif khusus dari bagian negara Republik Rakyat Cina. Sebagai salah satu negara maju di Asia, negara ini sangat menarik. Kultur Asia yang eksotik terasa sangat kental di tengah laju modernitas kota Hong Kong.

Suatu kehormatan bagi saya karena mendapatkan undangan istimewa dari Novotel Hotel Hongkong, Hong Kong Tourism Board dan PRDA Asia sebagai pengelola acara. Saya beserta delapan blogger Asia Pasific lainnya diajak untuk menyusuri tempat wisata dan kuliner di Hong Kong yang unik dalam rangkaian acara bertajuk Novotel Bloggers Gathering. Kunjungan saya selama lima hari diisi dengan mengenal lebih dekat kebudayaan Hong Kong, beragam tempat wisata dan mencicipi aneka hidangan istimewa.

The Peak
Kesan pertama menginjakan kota Hong Kong, terlihat sangat bersih, meskipun padat penduduk, namun tidak ada kemacetan. Mobil pun jarang berlalu-lalang di jalan. Ini karena transportasi masal di Hong Kong sangat baik. Setiap daerah dilalui MTR Tram (Mass Transit Railway), salah satu jenis transprtasi masal berupa kereta bawah tanah yang nyaman dan murah. Angkutan bus listrik juga tertib dengan rute yang pasti. Kondisi ini membuat kota Hong Kong terbebas dari kemacetan karena masyarakat  lebih memilih alat transportasi masal yang nyaman dan murah.

Pagi pertama di Kota Hong Kong, kami berjalan-jalan ke Hong Kong Convention and Exhibition Center. Lokasinya di Wan Chai Ferry Pier, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Hotel Novotel Century Hong Kong tempat saya menginap. Di halaman gedung ini terdapat sebuah patung Bunga Bauhinia atau Golden Bauhinia yang konon dilapisi emas. Pemandangan di lokasi ini sangat indah karena letaknya di pesisir pantai Victoria Harbour. Dari tepi pantai yang bersih dan berair jernih, kita dapat melihat gedung-gedung pencakar langit di kejauhan.

Menjelang malam, Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Hong Kong adalah Victoria Peak atau The Peak. The Peak adalah tempat wisata di atas bukit dengan ketinggian 552 meter. Di The Peak pemandangan kota Hong Kong  yang penuh dengan gedung menjulang tinggi terlihat sangat megah. Untuk mencapai lokasi wisata ini, saya harus menaiki Peak Tram atau kereta tua dengan rute perjalanan yang menajak. Selain pemadangan kota sebagai daya tarik utama, The Peak juga dilengkapi musium patung lilin Madame Tussaud's, Ripley's Believe It or Not!, dan Hong Kong's Historical Adventure. The Peak dirancang oleh arsitek Terry Farrell.  Bangunan Menara The Peak memiliki 7 lantai dengan total luas 10,400 m². Tidak ada kegiatan lebih menyenangkan di The Peak selain duduk di cafe  menikmati secangkir kopi panas sambil melihat pemandangan kota Hong Kong  di waktu malam.

Ocean Park
Sepertinya belum ke Hong Kong kalau tidak menyempatkan diri mampir ke Ocean Park. Salah satu tujuan wisata utama kota ini. Ocean Park adalah tempat hiburan super luas, lokasinya terbagi menjadi dua bagian, yaitu The Summit (Headland) dan The Waterfront (Lowland). Waterfront sepertinya diperuntukan untuk anak-anak, wahana  Amazing Asia  Animals, Koleksi Ikan, Wiskers Theatre dan Whiskers Harbour,  sebuah taman bermain yang luas bagi anak-anak. Di sisi The Summit, wahana permainan kian beragam, Roller Coaster, The Abyss yang menyerupai wahan histeria di Dunia Fantasi Ancol, Raging River, akuarium raksasa Atoll Reef,  Ferris Whell dan puluhan wahana lain yang tidak akan selesai di coba dalam waktu satu hari. Untuk mempersingkat waktu, sayapun memilih melihat Ocean Park dari atas dengan menaiki Cable Car atau kereta gantung listrik.

Surga Belanja & Kuliner Unik

Kota Hong Kong juga terkenal dengan surga wisata belanja murah. Hasrat berbelanja dan mencoba makanan khas Hong Kong serasa tak terbendung ketika saya berjalan-jalan di kawasan Mong Kok-Ladies Market dan  Times Square di daerah Causeway Bay. Di daerah ini memang diperuntukan untuk wisata belanja. Semua oleh-oleh khas  Cina, mulai dari makanan, pakaian, alat elektronik hingga souvenir dijajakan dengan harga yang terjangkau.

Sepanjang daerah Causeway Bay juga banyak berjejer restoran dan toko yang menjual aneka jenis makanan. Sayuran seperti akar teratai segar terlihat banyak dijajakan. Akar teratai biasanya diolah menjadi campuran sup. Kue bulan atau moon cake menggoda saya untuk mencobanya. Kue manis berbahan tepung terigu dengan aneka isi cukup mengganjal perut di sore hari. Sederet kedai kaki lima yang menjajakan aneka makanan dim sum, mie dan bebek peking terasa sayang untuk dilewatkan. Meskipun banyak juga dijajakan di Indonesia, namun mencoba dim sum di negeri asalnya memberia kesan tersendiri. Yang tidak kalah nikmatnya adalah olahan cumi asap dan daging berkuah pedas, terasa sedap dengan aroma menggugah selera. Aneka olahan daging babi terlihat menggiurkan, namun yang satu ini saya tidak berani mencobanya. Cukup memandang dengan takjub saat didepan mata terlihat kepala babi yang di asap dengan bumbu kemerahan.

Waktu terasa begitu cepat, menjelang tengah malam, saya memutuskan kembali ke hotel untuk istirahat, mengingat paginya saya harus kembali ke Jakarta. Masih banyak sebenarnya lokasi wisata di Hong Kong yang belum sempat dikunjungi, namun keterbatasan waktu membuat saya tidak bisa mengunjungi semua lokasi wisata di Hong Kong. Sepertinya  liburan panjang tahun depan, saya memang harus kembali ke Hong Kong untuk menuntaskan wisata yang tertunda. Budi Sutomo.