Sunday, October 28, 2007

WISATA KULINER DI THAILAND - Som Tam


Mencoba Selada Pepaya Muda di Pattaya

Selain sup tom yam soup, durian montong, look coob, mi goreng thailand, serta bubur ketan durian. Negeri gajah putih ini juga mempunyai hidangan pembuka yang sangat menggoda selera. Namanya Selada Pepaya Muda.

Seni kuliner Thailand memang selalu menarik untuk dipelajari. Penggunaan sayuran mentah, buah-buahan, jeruk nipis, serai, lengkuas serta cabe mendominasi bahan dan bumbu masakan Thailand. Salah satu makanan yang masuk dalam daftar list untuk dicoba ketika berkunjung ke sana adalah selada pepaya muda. Penasaran untuk segera mencoba segarnya selada ini langsung di negeri as
alnya.

Kalau saya lebih cocok menyebutnya rujak pepaya muda. Beberapa kali mencoba selada pepaya di restauran, rasanya segar, asam dan lezat. Namun paling mantap ketika saya mencoba selada pepaya di pinggiran pantai Pattaya. Awalnya saya kurang berminat untuk mencoba karena jualannya di pinggir jalan beralaskan koran. Namun antrian pembeli menjadikan saya penasaran apa keistimewaannya. Setelah dicoba rasanya asli enak. Segarnya sayuran mentah, terasa pas dan menyatu dengan campuran bumbu bercita rasa asam pedas. Apalagi disantap siang hari dipinggiran pantai Pattaya yang indah. Masarakat setempat menyantapnya selada ini dengan kerupuk kulit yang gurih.

Buat pembaca blog budi boga, sengaja saya pelototi proses pembuatan hingga jadinya, agar bisa berbagi rahasia kelezatan selada pepaya Thailand atau som tam/som-tum. Namun kepiting sungai hidup sebagai bumbu khas masakan ini sengaja saya hilangkan diganti ebi karena susah menemukan bahan kepiting hidup di indonesia. Berikut resepnya;
Foto: Budi Sutomo



Selada Pepaya Muda Thailand




Bahan:
250 g pepaya muda/mentah, potong korek api/serut kasar
60 g wortel, potong korek api/serut kasar
1 buah tomat, potong sesuai selera 
2 buah kacang panjang, potong-potong
1/2 sdm ebi, sangrai
4 sdm kecap ikan
3 buah cabe rawit merah
2 butir bawang merah, iris halus
½ siung bawang putih
2 sdm air matang
5 sdm air jeruk nipis/lemon
2 sdt gula pasir
½ sdt garam halus
1 sdm daun ketumbar/mint cincang
2 sdm kacang tanah, sangrai, cincang

Cara Membuat:1. Tumbuk cabe rawit dengan bawang merah, bawang putih, garam dan gula pasir. Masukkan kecap ikan, air dan air jeruk nipis, aduk rata.


2. Tambahkan serutan pepaya muda, tomat, kacang panjang, wortel dan ebi. Tumbuk perlahan atau aduk hingga bumbu tercampur rata.
3. Tuang dalam pinggan saji, taburi dengan cincangan daun ketumbar/mint cincang dan cincangan kacang tanah. Hidangkan segera.

Catatan: wortel bisa diganti dengan kacang panjang. Resep selada ini juga bisa ditambah 60 g pisang batu dan satu ekor kepiting kecil mentah yang ikut ditumbuk beserta bumbu-bumbu.

8 Comments:

At 10:16 AM, Anonymous Anonymous said...

Mau cobain dong....

 
At 7:01 AM, Anonymous Ayin. G said...

mas Budi aku udah beberapa kali liak selada pepaya muda di Thailand tapi ga berani mencobanya hihi.. takut kena diare mas...
PErnah berkunjung ke salah satu kenalan di perkampungan Thailand dan disuguhin salat ini dg ikan asin mentah n cumi asin goreng.. cuma tak pelototin aja ga berani nyolek... kata salah satu temenku yg nyoba dia bilang super pedes buuuanget. Salam kenal ya mas.... besok kl mudik tak borong buku masakannya...;)

 
At 12:04 PM, Blogger Leticia Malphettes said...

Mas Budi.... som tam nih maksudnya? Wuiihh.... kalau itu sih enak bangeeett!! Segar, rendah kalori lagi :) Kalau di SF, ada restoran Thai yang namanya Osha, papaya saladnya mantaaappp! Cuma, cabenya ngga' banyak-2 amat kaya' di Thailand sono, soalnya customernya kebanyakan orang Amrik, jadi pedesnya kudu disesuaikan dengan lidah orang sini yah.

 
At 6:46 PM, Anonymous Amir Hamzah said...

mas Budi, boleh juga tuh, rasanya saya mau coba buat.
Kebetulan saya petani Pepaya, kalau Mas Budi ada punya resep yang berkaitan dengan PEPAYA saya minta untuk dimuat di blog saya khusus PEPAYA http://blog.agroprima.com. Saya mau memasyarakatkan pepaya buah yang merah meriah, mudah didapat dimana saja dan kapan saja. Serta mudah dibudidayakan.
Terima kasih,
Amir Hamzah

 
At 11:44 PM, Anonymous pupuk organik said...

pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik

 
At 10:12 AM, Anonymous mrs.p said...

ngeliat di tv kabel tentang salad pepaya ini...rada horror,kepiting kecil idup2 ditumbuk, yikesss! jahat amat...ugh, ga bs mikir kalo misalkan di dalam salad itu saraf si kepiting masih kejet2 gitu....ngeri banget,,,emang enak banget ya? bukannya pake kepiting idup2 mentah rasanya jadi amis???untung orang Indonesia suka makanan mateng..:D

 
At 9:09 PM, Anonymous agrobuah said...

ternyata pepaya juga bisa jadi bahan untuk masakan thailand. saya kira yang laku cuma buah sama bibitnya. kalau daun mudanya bisa dimasak juga ala thailand?

 
At 1:20 AM, Anonymous vimax said...

sip

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home