Thursday, April 27, 2006

Fantasi Seks, Perlu atau Tabu?!
Banyak orang beranggapan berfantasi seks saat melakukan hubungan intim merupakan sesuatu yang tabu. Hanya dilakukan mereka yang kesepian dan abnormal. Padahal, fantasi seks sah-sah saja dilakukan dan bukan kelainan orientasi seksual. Bahkan bebrapa seksolog “merekomendaiskan” fantasi seks sebagai salah satu variasi dalam berhubungan intim yang dapat meningkatkan gairah bercinta. Lantas sejauh mana fantasi seks masih diperbolehkan, adakah batasannya?
Melakukan hubungan intim penuh gairah, saling terpuaskan, dilakukan dengan kasih sayang dan segenap perasaan cinta memang dambaan pasangan suami istri. Namun tidak mudah untuk mendapatkan itu semua. Ada kalanya hubungan seks menjadin aktifitas monoton sehingga menimbulkan kejenuhan dan menurunkan selera bercinta. Jika kondisi seperti ini terjadi pada Anda, tidak ada salahnya mencoba berfantasi, seperti saran Marty Klein PhD, ahli seks terapi dari California. Menurut Marty, berfantasi seks dengan pria atau wanita lain ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan merupakan hal normal. Bahkan khayalan seks dalam berfantasi memberikan manfaat berupa gairah yang dapat meningkatkan kepuasan di saat bercinta.

Fantasi Seks?
Bagi sebagian orang, melakukan fantasi seks terdengar provokatif. Beberapa orang beranggapan, fantasi seks dapat membangun keintiman, kepercayaan, mencegah kehidupan seksual jadi rutinitas yang membosankan dan mendorong tercapainya kepuasan optimal dalam bercinta. Namun ada juga yang berpendapat jika fantasi seks bisa menciptakan kecemburuan, perasaan berdosa bahkan dianggap selingkuh mental oleh beberapa pasangan.
Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan fantasi seks? Kepada penulis, konsultan seks dan sepesialis rehabilitasi Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, Mkes-MMR, mendefinisikan fantasi seks sebagai sesuatu khayalan yang kita bayangkan dan kita inginkan dengan tujuan mebangkitkan gairah dan kepuasan seksual. “Berfantasi seks sah-sah saja, bahkan bisa meningkatkan gairah,” tutur Dr. Ferryal. Fantasi seks juga bisa diartikan khayalan atau impian yang bisa bersifat pikiran atau visi. Dengan berfantasi, sipelaku lebih mungkin dan leluasa mengekspresikan keinginan tersembunyi di dalam pikirannya. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dalam kehidupan nyata dan hanya bisa dinikmati di dalam alam fantasi.
Sebagian orang masih malu dengan fantasi yang ia lakukan. Mereka suka khawatir jika imajinasi mereka dianggap tabu dan menyimpang. Namun ingat, insting manusia selalu tertartik pada hal-hal yang tidak diperbolehkan. Jaga fantasi seperti kita memutar film erotis yang bisa kita lihat kapan saja. Otak Anda adalah organ seksual terbesar dan paling kuat. Kemanapun pikiran Anda berjalan, tubuh akan mengikutinya. Disinilah letak kekuatan fantasi seksual. Menjanjikan kenikmatan berbeda sesuai keinginan Anda.

Komunikasikan dengan Pasangan
Alex Comfort, MD. Seorang seks terapis dari Amerika, di dalam bukunya The New Joy of Sex berujar, jika kebutuhan seksual bisa dipenuhi dengan banyak hal, salah satunya adalah dengan cara melakukan fantasi seks, baik dilakukan sebelum atau di saat bercinta. Hilangkan perasaan bersalah dan penyesalan pada diri sendiri ketika melakukan fantasi atau sesudah, saran Alex. Jika memungkinkan, komunikasikan dengan pasangan, “Fantasi seks yang dikomunikasikan dengan pasangan akan membawa kepuasan seks yang luar biasa dan lain dari biasanya. Kita jadi tau dan bisa saling membantu untuk mencapai orgasme. Mengkomunikasikan juga menghilangkan perasaan bersalah dengan pasangan,” papar Dr. Ferryal. Namun Anda juga harus melihat sifat dan karakter pasangan Anda. Jika pasangan bukan orang bersifat terbuka, lebih baik jangan memberitahukan fantasi yang sedang Anda lakukan. Kecuali Anda siap menerima respon sebaliknya. Seperti pasangan menjadi kehilangan gairah atau bahkan marah kepada Anda.
Selain dimensi prokreasi untuk mendapatkan keturunan, aktifitas seks juga bertujuan untuk rekreasi yang menyenangkan. Karenanya, sah-sah saja jika hubungan seks divariasikan dengan fantasi sehingga timbul sensasi baru dan terhindar dari kejenuhan. Walaupun demikian, fantasi seks tetap ada batasan-batasannya. “Fantasi seks boleh seliar yang Anda mau, tetapi jangan sampai direalisasikan dalam bentuk nyata, kalau sudah begini namanya variasi seks,” imbuh Dr. Ferryal. Jadi jangan sampai Anda membayangkan hubungan seks dengan seseorang, kemudian Anda berusaha untuk melakukan hal serupa dalam kehidupan nyata.

Variasikan Fantasi
Bentuk dari variasi fantasi seks berbeda masing-masing orang. Biasanya pria lebih wild dibandingkan wanita dalam berfantasi. Subyek dari fantasi beraneka ragam, tergantung orangnya. Bagi seseorang, membayangkan berhubungan seks dengan artis atau tokoh idola bisa meningkatkan gairah, namun belum tentu dengan orang lain. Ada juga fantasi yang bukan menggunakan manusia sebagai subyek, tetapi suasana dan tempat yang iya hayalkan. Seperti membayangkan berhubungan seks di hutan, di pantai, di mobil bahkan mungkin di tengah keramaian.
Beberapa pasangan bahkan melakukan fantasi yang dilakukan dengan sepengetahuan pasangan kemudian dilakukan bersama-sama. Seperti misalnya suami berperan sebagai raja, sedangkan istri berperan sebagai pelayan atau budaknya. Perlu dikomunikasikan terlebih dahulu untuk melakukan fantasi bersama dan dipelukan keterbukaan. Menurut Dr.Ferryal, fantasi yang dilakukan bersama seperti ini bisa lebih membakar gairah dan meningkatkan kepuasan bercinta.
Fantasi seks bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. “ Tidak ada batasan waktu dan tempat untuk berfantasi, bisa dilakukan saat berhubungan intim. Di saat sendiri, di kantor, di jalan atau di mana saja. Jika Anda membayangkan sesuatu yang erotis dan Anda terangsang, ini sudah dikategorikan berfantasi seks. Fantasi seks juga tidak mengenal waktu, siang atau malam bisa saja dilakukan” ujar Dr. Ferryal. Berfantasi merupakan kemerdekaan diri untuk berimajinasi, ditemukan suatu kenikmatan yang berbeda saat Anda melakukan fantasi. Kita bebas memilih pasangan, tempat, gaya bercinta maupun waktunya. semua tanpa batas sesuai keinginan Anda. Disinilah fantasi menjadi menantang dal lebih memacu adrenalin karena pikiran kita dibiarkan “liar” sesuai keinginan.
Rasa jenuh dengan pasangan seringkali muncul bagi pasangan yang sudah lama menjalani mahligai rumah tangga. Tidak ada salahnya Anda mencoba berfantasi untuk memperbaiki kualitas hubungan seks yang mulai meredup. Bakar kembali gairah dengan fantasi-fantasi Anda yang tanpa batas. Bagi pasangan muda, tidak ada salahnya untuk bermain-main dengan fantasi. Ini baik untuk menghidari kejenuhan gaya bercinta konvensional.

Berdampak Negatif
Kenikmatan dan kepuasan berfantasi seks tidak selalu tanpa dampak negative. Beberapa orang merasa risih dengan kebiasaan pasangan yang suka membayangkan wanita atau pria lain di saat berhubungan intim. Tentu sangat mengganggu, misalnya ketika Anda sedang berhubungan intim tiba-tiba pasangan tanpa sengaja menyebut nama orang lain. Pasti sangat merusak suasana.
Fantasi berlebihan juga tidak baik, apalagi jika pasangan tidak menghendakinya, rasa kurang dihargai akan timbul dan berdampak terhadap keharmonisan rumah tangga. Bagi si pelaku sendiri, terkadang muncul perasaan bersalah setelah melakukan fantasi seks. Jika kondisi ini berlarut bisa menyebabkan gangguan psikologis. Fantasi juga mendorong terjadinya perilaku seks menyimpang. Seperti dorongan untuk merealisasikan fantasi sangat besar dan pada akhirnya bukan menjadi fantasi lagi namun diwujudkan dalam bentuk nyata. Jika sudah begini, Dr.ferryal menyebutnya variasi seks atau bisa juga penyimpangan seksual. Tergantung bentuk dari realisasi fantasinya seperti apa. Budi Sutomo

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home